Hans Kammerlander Telah Menuntaskan Second Seven Summits

Hans Kammerlander menjadi orang pertama yang mendaki keseluruhan dari "Second Seven Summits" (biasa juga disebut “Seven Second Summits”) setelah mencapai puncak Tyree (4851 meter) di benua Antartika pada selasa, 3 Januari 2012. Ia sekaligus menjadi orang kedelapan di dunia yang bisa mencapai puncak itu setelah didaki terakhir oleh Conrad Anker dan Alex Lowe pada 1997. Meskipun ia membutuhkan waktu 11 tahun untuk pencapaian ini terhitung sejak sukses di K2 pada 2001, ide untuk menuntaskan Second Seven Summits secara teknis nanti muncul pada 2009 ketika ia berhasil mencapai Ojos del Salado (6893m) puncak kedua tertinggi di benua Amerika Selatan dan Mt. Kenya (5199 m) di benua Afrika

Tahun 2010, Kammerlander menuntaskan dua puncak lainnya, Mt Logan (5959 m) di Amerika Utara dan  Dychtau (5204m) di benua Eropa. Puncak kedua tertinggi di benua Oceania, Gunung Trikora/Wilhelmina (4730 m) di Indonesia didakinya pada 2011. (Source)

Hans Kammerlander
Meskipun publikasi media tidak seheboh ketika Dick Bass atau Pat Morrow  mencapai Seven Summits (tujuh puncak tertinggi di tujuh benua) untuk pertama kalinya, namun pencapaian Kammerlander ini tetap saja merupakan catatan penting dalam sejarah pendakian gunung. Apalagi kenyataannya beberapa puncak pada list Second Seven Summits tersebut secara teknis lebih sulit dibanding padanannya pada list Seven Summiits. Sebut saja K2 yang secara statistik tingkat kegagalan mencapai puncaknya lebih tinggi dibanding Everest. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan kontroversi luas yang sempat terjadi pada Seven Summits tentang puncak mana yang tertinggi di benua Oceania/Australasia  bisa terjadi juga pada Second Seven Summits.

Potensi ini masih mungkin terjadi akibat peninggalan dua versi Seven Summits, Bass List dan Messner List. Perdebatan yang berakar dari masalah lempeng benua ini dapat saja menghadirkan Mount Townsend (2209) di Australia padanan Mount Kosciuszko (2228 m) pada Bass List sebagai yang tertinggi kedua di benua Oceania/Australasia. Selain itu, untuk Messner List, potensi itu bisa saja terjadi mengingat situs-situs terkenal tidak cuma menempatkan Trikora sebagai puncak tertinggi kedua di benua Oceania/Australasia.

Sebut saja Wikipedia.org yang menempatkan Puncak Mandala/Juliana Peak (4760 m) di Papua Barat (Indonesia) atau 7summits.com dan secondseven.org yang justru menempatkan Ngga Pulu (4862 m), juga di Papua Barat (Indonesia), sebagai puncak tertinggi kedua di benua ini, meskipun sebagian orang sering mengidentikannya dengan Carstensz Pyramid. Wikipedia beralasan bahwa data Shuttle Radar Topography Mission (SMRT) lebih mendukung Puncak Mandala/Juliana Peak sebagai puncak tertinggi kedua di benua Oceania/Australasia. 

Saya pun lalu iseng-iseng membuka Google Earth dan mendapatkan kenyataan bahwa Puncak Mandala/Juliana Peak berukuran 4760 m/15.616 ft, sementara Puncak Trikora berketinggian 4750 m/15.583 ft. Menariknya, Google Earth sendiri menyebut Trikora sebagai "The second highest mountain on the island of New Guinea" dan merujuk halaman wikipedia ini sebagai referensi. Apakah ini akan menjadi kontroversi baru? Kita lihat saja nanti.

Yang pasti, Kammerlander sendiri adalah alpinist besar dalam dunia pendakian gunung. Ia sering disebut sebagai salah satu legenda hidup Mountaineering. Bahkan seorang Reinhold Messner (mantan partner pendakiannya) pun mengakui itu. Ia telah mendaki 13 dari keseluruhan 14 puncak di atas 8000 meter dan secara mengejutkan menyatakan tidak berniat menyelesaikannya. Adalah kematian teman pendakiannya, Karl Grossrubatscher dan Friedl Mutschlechner, di Manaslu yang membuatnya seperti itu. 

"Terlalu banyak tragedi yang telah saya saksikan di Manaslu. Saya tidak mau menghadapi mimpi burukku." ujarnya dalam konprensi pers setelah sukses di K2 pada 2001.

"Saya dapat melanjutkan hidup hanya dengan 13 puncak dari 14 yang dibutuhkan. Sangat banyak gunung-gunung indah lain yang masih bisa saya daki sekarang. Tapi bukan Manaslu."

Kejujuran dari pendaki dengan gaya Alpine Tradisional yang tak pernah mengenal bantuan O2 di ketinggian ini telah membuat banyak orang menaruh simpati kepadanya. Saya lebih melihatnya sebagai sebuah sikap solidaritas yang realistis dari seorang Kammerlander. Dalam perjalanan turun dari puncak K2 dengan ber-ski, misalnya, ia menyaksikan seorang pendaki Korea terjatuh dan gugur di sana. Kammerlander pun memilih untuk membatalkan keinginannya untuk lanjut ber-ski. Sungguh sebuah penghormatan yang besar dari seorang pendaki besar. 

Makanya saya tidak pernah menyesal telah menempatkannya sebagai atlit favorit di Facebook-ku. Congratulation!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar