Gangkhar Puensum: Si Perawan Terjangkung di Dunia

Berdiri di puncak tertinggi dunia, Mt. Everest (8848 m), selalu menjadi impian para pendaki. Sampai hari ini banyak pendaki, baik tua atau muda, yang masih menyimpan keinginan untuk menjejaki puncaknya, bahkan bagi mereka yang sudah pernah berdiri di sana. Gunung ini mampu menarik ratusan orang pada setiap musim pendakian. Malah di musim dingin sekalipun, Everest tetap memiliki peminat. Sungguh bagaikan sebuah magnet besar yang mampu membuat industri pendakian komersil tumbuh subur di kakinya.

Namun berdiri di puncak tertinggi dunia yang masih perawan tentu tak kalah menarik. Adalah  Gangkhar Puensum yang menjadi objek dalam hal ini. Puncak tertinggnya yang berukuran 24,836 kaki atau setara dengan 7570 m dpl memang telah menjadikannya sebagai tanah tertinggi yang belum tersentuh manusia untuk alasan apa pun juga. Ketinggiannya ini mengungguli Saser Kangri II East (7518m dpl), Kabru North (7394m dpl), Labuche kang (7250 m dpl), Karjiang (7221m dpl), Tonshanjiabu (7207m dpl). Beberapa puncak perawan lain memang ada yang lebih tinggi, namun merupakan puncak subsider dari sebuah gunung yang memiliki puncak utama.

Gangkhar Puensum (dikenal juga dengan sebutan Gangkar Punsum atau Kangkar PĆ¼nzum) secara terminologi berarti sebagai "White Peak of the Three Spiritual Brothers" atau "Puncak Putih Tiga Saudara Spritual". Makna harfiahnya adalah "the three mountain siblings" atau "Tiga Gunung Bersaudara".  Hal ini dikarenakan di gunung ini terdapat hulu tiga sungai besar masing-masing, Kuru Chu, Chamkhar Chu and Mangde Chu (sumber: http://www.windhorsetours.com/sights/sights_view.php?placeid=770&country=Bhutan).

Gangkhar Puensum terletak di batas Bhutan dan Tibet dan tercatat pertama disurvey/dipetakan pada 1922. Namun sampai sekarang peta di region tersebut tidak seluruhnya akurat; menempatkannya di lokasi atau ukuran tinggi yang berbeda.  Buku Ekspedisi Inggris tahun 1986 menyatakan ketinggian puncaknya 24,770 kaki dengan letak sepenuhnya berada di Bhutan, sementara Kula Kangri, tetangganya yang berjarak sekitar 30 km di timur laut, sepenuhnya berada di Tibet (China) dengan tinggi 7554 m dpl. Bukti lain dari survey modern China dengan menggunakan garis pembagian topografi seperti yang dilaporkan sumber dari Jepang, menunjukkan bahwa gunung ini berada di Bhutan dengan  ketinggian 7570 m dpl sementara Kula Kangri, berada di Tibet dengan ukuran 7538 m dpl (sumber: http://www.peakware.com/peaks.html?pk=2490). Yang pasti adalah, ketinggiannya itu telah menempatkannya pada rangking 40 dari seluruh puncak yang ada di dunia dan merupakan puncak tertinggi di Bhutan.

Upaya pendakian ke puncak  Gangkhar Puensum telah dilakukan oleh empat ekspedisi pada tahun 1985 dan 1986 setelah Bhutan dibuka untuk kegiatan Mountaineering pada 1983, tapi tak berhasil mencapai puncak. Sejak tahun 1994, kegiatan pendakian gunung di atas 6000 m telah dilarang di Bhutan karena alasan menghormati adat istiadat dan kepercayaan penduduk setempat. Meski demikian, pada 1998, tim ekspedisi Jepang mendapat izin mendaki gunung ini melalui sisi Tibet oleh Chinese Mountaineering Association namun kemudian dibatalkan karena ketegangan politik di perbatasan antara China dan Bhutan. Makanya, pada tahun 1999 tim tersebut hanya mendaki Liankang Kangri (7535 m dpl) yang tidak pernah didaki manusia sebelumnya. Puncak ini merupakan puncak subsider dari Gangkhar Puensum yang terletak di Tibet dan dikenal juga sebagai puncak utara Gangkhar Puensum.

Bagaimanapun, Ekspedisi Liankang Kangri Jepang telah meninggalkan catatan penting sebagai berikut:
"Di depan, Gangkhar Puensum yang mulia - tetap menjadi puncak tertinggi perawan yang sampai sekarang masih terlarang untuk didaki akibat hambatan politik berkaitan dengan masalah perbatasan -  nampak indah berkilau. Sisi timur sangat terjal sampai ke Gletser. Rute pendakian dari Liankang Kangri ke Gangkhar Puensum nampaknya layak, meskipun punggungan seperti mata pisau dengan salju yang tidak stabil sampai ke puncak runcingnya akan sangat menyulitkan. Kecuali masalah perbatasan terus berlangsung, para pendaki bisa menyusuri punggungannya untuk sampai ke puncak."

Sebuah catatan yang memang sangat optimis dan menyiratkan tipikal khas para petualang; pantang menyerah. Keinginan menguak misteri Gangkhar Puensum sekaligus menjadi yang pertama berdiri di puncaknya, sampai sekarang masih tersimpan di sanubari banyak pendaki gunung internasional. Apakah anda  tertarik?

sumber utama: Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar