TRUE ADVENTURES GRAND SLAM (Part2)

  ...sambungan dari bagian I

III.                   Adventures Grand Slam

Definisi:
Puncak tertinggi yang terdapat di 7 benua besar (Seven Summits) ditambah dua titik kutub yaitu, Utara dan Selatan.

Deskripsi:
Disepekati secara luas dan tidak ada perdebatan di dalamnya, Kutub Utara adalah titik paling utara dari bumi kita dan sering disebut Geographic North Pole or Terrestrial North Pole. Bagi para pendaki gunung, titik ini tentu dikenal sebagai True North (Utara Sebenarnya) dalam diktat dasar Navigasi Darat, bukan utara yang ditunjukkan oleh kompas (Magnetic North). Pada kenyataannya, titik ini berada di Laut Arctic yang secara permanen tertutupi oleh lapisan es.

Selama bertahun-tahun, pencapaian pertama terhadap Kutub Utara dipercayai dilakukan oleh Insinyur Angkatan Laut Amerika bernama Robert Peary setelah klaim penjelajah Amerika, Frederick Albert Cook, pada 21 April 1908 tidak dapat diterima secara luas karena kekurangan bukti. Peary bersama Matthew Henson (USA) dan empat orang  Inuit bernama Ootah, Seeglo, Egingwah dan Ooqueah mengaku telah mencapai Kutub Utara pada 6 April 1909. Meski demikian klaim mereka menuai kontroversi akibat tak satu pun anggota tim yang mempunyai kemampuan navigasi dan secara independen dapat menjelaskan proses navigasi mereka.

Pencapaian pertama tanpa alat transportasi yang tak terbantahkan terhadap North Pole nanti terjadi  60 tahun kemudian. Adalah Wally Herbert,  Allan Gill, Roy Koerner dan Kenneth Hedges yang tergabung dalam  The British Trans-Arctic Expedition lantas diakui sebagai manusia-manusia pertama yang mencapai North Pole dengan berjalan kaki.  Sekalipun dengan bantuan anjing dan terjun payung, perjalanan mereka melintasi permukaan es lautan Arctic melalui poros terpanjangnya Barrow, Alaska ke Svalbard dianggap sebagai prestasi yang sulit untuk dapat diulangi. Beberapa malah menanggap ekspedisi tersebut sebagai yang pertama mencapai North Pole  melalui permukaan es dalam segala arti.

Berbeda dengan North Pole yang penuh dengan kontroversi, South Pole atau kutub Selatan. Selain tak begitu banyak ekspedisi ke sana, South Pole berada di benua Antartika yang notabene adalah daratan dan bisa sangat membantu perjalanan dengan menggunakan kaki. Upaya pertama menyentuh titik ini dilakukan oleh penjelajah Inggris, Robert Falcon Scott, Ernest Shackleton and Edward Wilson pada The Discovery Expedition 1901– 1904. Dengan tujuan ekspedisi bergerak ke selatan sejauh mungkin, mereka berhasil mencapai titik 82°16′ S pada 31 December 1902. Shackleton kembali ke  Antartika sebagai pimpinan dari The British Antarctic Expedition (Nimrod Expedition) yang kali ini bertujuan mencapai titik kutubnya. Pada 9 Januari 1909, bersama tiga temannya, ia berhasil mencapai titik 88°23′ S, sekitar 112 mil darat dari kutub selatan sebelum akhirnya terpaksa pulang.

Kutub Selatan
Geographic South Pole atau Terrestrial South Pole nanti dapat disentuh manusia pada 1911. Adalah orang-orang Norwegia yang terdiri dari Roald Amundsen, Helmer Hanssen, Sverre Hassel, Bjaaland dan Oscar Wisting yang berhasil mencapainya untuk pertama kali pada 14 Desember 1911. Amundsen menamakan kamp mereka Polheim dan keseluruhan plateau disekitar kutub dengan nama King Haakon VII Vidde untuk menghormati raja Norwegia. Robert Falcon Scott juga kembali ke Antartika untuk ekspedisi keduanya the Terra Nova Expedition. Scott and empat kawannya akhirnya berhasil mencapai kutub selatan pada 17 januari 1912. Sayangnya, dalam perjalanan pulang, Scott dan keempat kawannya gugur akibat kelaparan dan cuaca yang ekstrim.

Meski kenyataannya North Pole bukan sebuah gunung, namun cuaca ekstrim atau waktu tempuh yang panjang (North Pole, Sea Level; jarak 775 km dan South Pole 2835 m dpl; jarak 1.100 km) menjadi tantangan tersendiri bagi pencapaian dua kutub bumi ini. Beberapa pendaki legendaris seperti Sir Edmund Hillary atau Reinhold Messner tercatat pernah mengunjungi tempat tersebut. 

“Tropi” Adventures Grand Slam sendiri pertama kali diraih oleh pendaki Inggris  David Hempleman-Adams setelah menyelesaikan keseluruhan Seven Summits plus dua kutub bumi. Titik terakhir yang diselesaikannya adalah North Pole pada 1998.

Namun pencapaian tersebut ternyata tidak berhenti sampai disitu. Belakangan muncul satu nama lagi yang menggabungkan tiga gelar tersebut dalam satu paket yang diistilahkan dengan “True Adventures Grand Slam” (dikenal juga dengan Grand Slam Record), dimana memuat pencapaian 14 Eight Thousanders, Seven Summits dan dua kutub sekaligus! Seorang pendaki asal Korea kelahiran 2 Nopember 1963 bernama Park Young Seok seolah-olah menjadi Super-Man dengan pencapaiannya terhadap apa yang diimpikan banyak pendaki itu. Sebuah prestasi manusia yang sungguh dapat dihitung dengan jari. Fisik, determinasi, endurance, mentalitas, bahkan mungkin gerak spritualisme nampaknya dapat menyatu dengan mudah dan diolah dengan baik oleh seorang Park Young Seok.   
Bermula dengan keberhasilannya menggapai puncak Everest pada 16 Mei 1993, Young Seok terus melaju dengan fantastis. Ia masuk dalam Guinness World Record setelah mendaki enam puncak 8000-an dalam setahun, mencatat rekor terpendek di South Pole dengan berjalan kaki selama 44 hari tanpa re-supply makanan dan rekor kedua terpendek (8 tahun 2 bulan) setelah Jerzy Kukuczka dalam menyelesaikan 14 Eight Thousanders. Park  Young Seok mengakhiri Grand Slam Record tersebut di North Pole pada 30 April 2005, jam 00.00 pm.

Young Seok adalah bukti terhadap keseimbangan antara keinginan dan daya tahan manusia seperti yang pernah diprediksikan oleh Clinton Dent di akhir abad ke-19. Dan seperti pencapaian Everest pada 1953, saya yakin prestasi fantastisnya tersebut  tidak bakalan mengakhiri pencapaian-pencapaian terhadap keinginan manusia "bersahabat" dengan titik-titik eksrim di jagad ini.

www.zonapetualang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar